
Oleh: Galang losen
TERNATE, RedMol.id — bawang merah merupakan salah satu komoditas strategis di Indonesia hampir tidak ada masakan sehari hari masyarakat yang tidak menggunakan bumbu ini fenomena tingginya harga bawang merah di berbagai daerah termasuk d wilayah Maluku Utara dan sekitarnya menjadi topik yang hangat
dibicarakan bagi konsumen ini kabar yang menyenangkan namun jika ditelaah lebih dalam kenaikan harga yang tajam dan keberlanjutan menyimpan resiko besar yang jika tidak disikapi dengan bijak justru akan merugikan masyarakat Indonesia.
data wawancara yang telah kami kumpulkan ketidak setabilitas harga bawang merah menjadi keresahan para pedagang di pasar kota baru harga komoditas tersebut melonjak pada bulan Juni hingga sekarang harga bawang merah di kota Ternate sangat meningkat hingga mencapai seratus ribu rupiah perkilo geramnya, BBM salah satu penyebabnya sehingga harga bawang merah meningkat tinggi.
kenaikan harga BBM menyebabkan kenaikan harga pada komoditas tersebut meningkat pesat, sehingga masyarakat kota Ternate kesulitan dalam ekonomis, pemerintah harus melihat warga yang tidak mampu,
harga BBM meningkat terpaksa pedagang menaikkan harga bawang merah untuk mendapatkan keuntungan atau menutupi modal, masyarakat lebih berhati hati dalam mengatur pengeluaran karena harga bawang merah sangat melonjak tinggi, bawang merah adalah sala satu bumbu penyedap rasa bagi rumah tangga,
namun kenaikan harga bawang merah sangat merugikan ekonomi dalam rumah tanga sala satu penyebabnya harga BBM yang sangat tinggi saat ini, kebijakan pemerintah sangat merugikan masyarakat kota Ternate.
dari berbagai problem yang terjadi ada beberapa hal yang perlu dijangkau oleh pemerintah setempat, agar kesetahbilan harga bawang merah tetap terjaga, di pasar-pasar tradisional di kota Ternate.
Redaksi Sahril
