Halmahera Selatan, RedMOL.ID - Euforia Piala Dunia tidak hanya dimaknai sebagai ajang persaingan di lapangan hijau. Di Bacan Timur, Halmahera Selatan, semangat mendukung Tim Nasional Brazil justru diwujudkan melalui aksi sosial dan pesan perdamaian yang menyejukkan. Dalam waktu dekat, Tim Suporter Brazil Bacan Timur akan melaksanakan bakti sosial di rumah-rumah ibadah milik umat Muslim maupun non-Muslim sebagai simbol persatuan dan penghormatan terhadap keberagaman.
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menjadi media pemersatu, melampaui sekat agama, suku, maupun perbedaan lainnya. Di tengah dinamika sosial yang kerap diwarnai perbedaan pandangan, komunitas suporter di Bacan Timur memilih menghadirkan semangat persaudaraan dan cinta kasih sebagai bagian dari nilai yang harus dijaga bersama.
Ketua Tim Suporter Brazil Bacan Timur, Zulaibam A. Hi. Ali, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya menjaga warisan kerukunan yang telah diwariskan oleh para leluhur.
“Melalui kegiatan bakti sosial di rumah-rumah ibadah, baik Muslim maupun non-Muslim, kami ingin menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang pertandingan dan Piala Dunia, tetapi juga tentang persaudaraan, cinta kasih, dan kebersamaan. Dari sini kita belajar menjaga kerukunan dan saling menghormati dalam keberagaman,” ujar Zulaibam.
Menurutnya, nilai-nilai toleransi yang telah hidup sejak zaman nenek moyang harus terus dijaga agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman maupun berbagai perbedaan yang muncul di tengah masyarakat.
“Warisan para leluhur dan nenek moyang yang telah menanamkan nilai persatuan harus terus kita jaga. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan perpecahan. Semangat kebersamaan yang lahir dari kecintaan terhadap Tim Brazil harus menjadi perekat persaudaraan antarumat beragama dan seluruh masyarakat di Bacan Timur,” katanya.
Ia menegaskan, kemenangan sejati tidak hanya diukur dari jumlah gol ataupun trofi yang diraih sebuah tim, tetapi bagaimana semangat olahraga mampu menghadirkan kedamaian serta memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Rencana bakti sosial tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah warga. Kehadiran komunitas suporter yang membawa pesan persatuan dinilai menjadi contoh bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk saling membantu dan hidup berdampingan secara harmonis.
Di tengah gegap gempita Piala Dunia yang menyita perhatian masyarakat dunia, Tim Suporter Brazil Bacan Timur ingin menunjukkan bahwa cinta terhadap sepak bola tidak berhenti pada sorak-sorai di tribun maupun layar televisi. Lebih dari itu, kecintaan terhadap olahraga dapat menjadi jembatan untuk memperkuat rasa kemanusiaan, mempererat silaturahmi, serta menjaga keharmonisan yang telah diwariskan oleh generasi terdahulu.
“Karena kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika cinta, toleransi, dan keharmonisan tetap hidup di tengah kehidupan bermasyarakat,” tutup Ketua Tim Suporter Brazil Bacan Timur, Zulaibam A. Hi. Ali.
