Kenaikan Harga Bawang Merah sebagai Dampak Kebijakan BBM Perspektif Pedagang Pasar Bastion Kota Ternate

Admin RedMOL
0

Oleh: Susani umamit

Ternate, RedMol.id — Bawang merah merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ternate, Provinsi Maluku Utara Hampir setiap rumah tangga menggunakan bawang merah sebagai bumbu utama dalam berbagai jenis masakan.

Selain memberikan cita rasa yang khas, bawang merah juga menjadi kebutuhan sehari-hari yang sulit digantikan oleh bahan lain. Oleh karena itu, ketersediaan dan kestabilan harga bawang merah sangat berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga serta aktivitas perdagangan di pasar tradisional (Sukirno, 2016; Badan Pusat Statistik, 2024).

Namun, dalam beberapa waktu terakhir harga bawang merah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut adalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Dalam teori ekonomi, kenaikan biaya transportasi dan distribusi dapat mendorong terjadinya inflasi biaya dorong (cost-push inflation), yaitu kenaikan harga barang akibat meningkatnya biaya produksi dan penyaluran barang ke pasar (Mankiw, 2018). 

Kenaikan BBM menyebabkan biaya transportasi dan distribusi barang menjadi lebih tinggi, sehingga berdampak pada meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok, termasuk bawang merah. Akibatnya, tidak hanya konsumen yang merasakan beban ekonomi, tetapi juga para pedagang yang mengalami penurunan jumlah pembeli (Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2022).

Pada Senin, 6 Juli 2026, saya melakukan penelitian di kawasan Bastion, Kota Ternate, dengan mewawancarai salah seorang pedagang bawang merah. 

Berdasarkan hasil wawancara tersebut, beliau menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM sangat memengaruhi harga bawang merah karena biaya pengiriman dari daerah pemasok menjadi lebih mahal. 

Kondisi ini membuat pedagang terpaksa menaikkan harga jual, sementara daya beli masyarakat menurun sehingga aktivitas jual beli di pasar menjadi lebih sepi dibandingkan biasanya. 

Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa perubahan biaya distribusi dapat memengaruhi harga akhir barang di tingkat konsumen (Sukirno, 2016; Mankiw, 2018). 

Beliau juga berharap pemerintah dapat lebih bijaksana dalam mengambil setiap kebijakan yang berkaitan dengan harga BBM maupun kebutuhan pokok. Menurutnya, sebelum menetapkan suatu kebijakan, pemerintah perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap pedagang kecil dan masyarakat agar harga kebutuhan pokok tetap stabil, daya beli masyarakat terjaga, serta aktivitas perdagangan di pasar dapat kembali berjalan dengan baik.



Redaksi: Sahril

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)