Agrinas Evaluasi Sistem Penggajian Kopdes Merah Putih Usai Muncul Keluhan Pengelola

Admin RedMOL
0
Jakarta, RedMol.id – PT Agrinas Pangan Nusantara memberikan tanggapan atas keluhan sejumlah pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) terkait besaran gaji yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Persoalan tersebut sempat memicu penutupan puluhan gerai Kopdes di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menegaskan bahwa perusahaan menempatkan kesejahteraan seluruh pengelola dan personel Kopdes sebagai salah satu prioritas utama dalam menjalankan program tersebut.

Menurutnya, ribuan personel yang bertugas di gerai-gerai Kopdes memiliki peran penting dalam mendukung operasional koperasi di berbagai daerah. Karena itu, setiap laporan mengenai ketidaksesuaian dalam sistem penggajian akan ditindaklanjuti melalui proses evaluasi dan verifikasi.

Joao menjelaskan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem yang diterapkan. Sejumlah persoalan telah berhasil diselesaikan, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan agar tidak kembali terjadi di lapangan.

Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan jaringan Kopdes Merah Putih merupakan program berskala nasional yang membutuhkan proses bertahap. Selain mengoptimalkan gerai yang telah beroperasi, Agrinas juga terus mempersiapkan pembukaan gerai baru sebagai bagian dari target pengembangan sekitar 80 ribu unit Kopdes di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, sebanyak sekitar 80 persen dari 85 gerai Kopdes Merah Putih di Bojonegoro dilaporkan menghentikan sementara operasionalnya pada 3 Juli 2026. Penutupan tersebut dipicu kekecewaan para pengelola terhadap mekanisme pengupahan yang diterapkan.

Sejumlah pengelola mengaku sebelumnya dijanjikan menerima gaji berkisar Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta per bulan. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat laporan bahwa sebagian pengelola hanya memperoleh pembayaran sekitar Rp76 ribu, sehingga memunculkan protes dan berujung pada penghentian sementara aktivitas sejumlah gerai.

Pemerintah desa setempat berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan melalui evaluasi yang dilakukan Agrinas, sehingga operasional Kopdes Merah Putih dapat kembali berjalan normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Redaksi: Sahril

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)