Mitra dan Relawan MBG Siap Gelar Aksi di Patung Kuda, Bawa Empat Tuntutan kepada Pemerintah

Admin RedMOL
0
Jakarta, RedMol.id – Kelompok mitra dan relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berencana menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Rabu (8/7/2026). Aksi tersebut diklaim akan diikuti peserta dari berbagai daerah sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program MBG.

Koordinator Presidium Relawan, Mitra, dan Simpatisan Dukung Keberlanjutan MBG, Ahmad Yazdi, mengatakan peserta aksi berasal dari unsur pekerja dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra pelaksana, pemasok bahan pangan, relawan, petani, hingga orang tua penerima manfaat program.

Menurutnya, massa tidak hanya datang dari wilayah Jabodetabek, tetapi juga dari sejumlah provinsi lain seperti Lampung, Sumatera Selatan, Aceh, Kalimantan, dan Sulawesi. Ia bahkan mengeklaim jumlah peserta dapat mencapai sekitar satu juta orang.

Yazdi menjelaskan, aksi tersebut bertujuan menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis masih memperoleh dukungan luas dari masyarakat, khususnya mereka yang terlibat langsung dalam pelaksanaannya.

Dalam demonstrasi itu, peserta akan menyampaikan empat tuntutan. Pertama, meminta pemerintah memastikan keberlanjutan Program MBG sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung target Indonesia Emas 2045.

Kedua, mereka mendesak pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) segera membuka ruang dialog melalui forum diskusi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk mitra, pemasok, dan relawan. Mereka menilai berbagai kebijakan terkait tata kelola program selama ini belum melibatkan para pelaksana di lapangan.

Tuntutan ketiga adalah percepatan operasional dapur SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), agar layanan pemenuhan gizi dapat menjangkau seluruh masyarakat secara merata.

Selain itu, presidium juga meminta DPR segera menyusun regulasi khusus berupa undang-undang yang mengatur Program MBG. Aturan tersebut dinilai penting sebagai dasar hukum sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem program.

Menanggapi isu mengenai dugaan adanya massa bayaran, Yazdi membantah anggapan tersebut. Ia menilai pemberian biaya transportasi kepada peserta aksi merupakan hal yang wajar, mengingat banyak relawan berasal dari daerah dan memiliki keterbatasan ekonomi.

Ia bahkan mengimbau mitra yang memiliki kemampuan finansial agar membantu biaya perjalanan maupun uang saku relawan sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi mereka dalam menyampaikan aspirasi.

Menurut Yazdi, bantuan transportasi tidak dapat disamakan dengan praktik membayar massa. Sebab, banyak peserta aksi merupakan pekerja dapur yang khawatir kehilangan mata pencaharian akibat terhentinya sementara pelaksanaan program.

Sementara itu, diketahui Badan Gizi Nasional saat ini menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari evaluasi dan pembenahan tata kelola program sebelum kembali dijalankan secara penuh.

Redaksi : Sahril

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)